Showing posts with label Maskapai. Show all posts
Showing posts with label Maskapai. Show all posts

Sriwijaya Air | Sejarah Sriwijaya | Harga Tiket Online Sriwijaya | Rute Penerbangan Sriwijaya |




Sriwijaya Air
Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Indonesia. Sriwijaya Air didirikan dengan tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara seperti keinginan raja kerajaan Sriwijaya dahulu yang berasal dari kota Palembang. Oleh keluarga Lie (Hendry, Chandra, Andi dan Fandi) keinginan tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi udara. Pada mulanya Sriwijaya Air mengoperasikan 13 buah Boeing 737-200. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pemenuhan pelayanan publik yang lebih baik, Sriwijaya Air menambah dan memperluas jangkauan penerbangannya dari Barat ke Timur dan menambah 10 pesawat dengan seri yang lebih baru Boeing 737-400 dan 737-800NG serta 20 pesawat Embraer 175 dan Embraer 195. Pada tanggal 18 Desember 2008, Sriwijaya Air akan mengembangkan sayapnya dengan membuka rute internasional ke Singapura. Kode penerbangan Sriwijaya Air yang diberikan oleh IATA adalah SJ dan kode ICAO: SJY, serta tanda panggil (callsign) "Sriwijaya".




PT SRIWIJAYA AIR lahir sebagai perusahaan swasta murni yang didirikan oleh Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim. Sriwijaya air kemudian memulai usahanya dengan bermodalkan satu armada Boeing 737-200. Beberapa tenaga ahli yang turut menjadi pionir berdirinya Sriwijaya Air diantaranya adalah Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick L, Gabriella, Suwarsono dan Joko Widodo.


Pada tahun 2003, tepat pada hari Pahlawan, 10 November, Sriwijaya Air memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP. Saat ini, Sriwijaya Air memiliki 24 Armada Boeing dengan melayani total 33 rute termasuk rute regional Medan-Penang PP dan rute international lainnya. Dalam rangka pengembangan rute dan pangsa pasar, tahun ini Sriwijaya Air akan mendatangkan tambahan armada Boeing seri 737-300, 737-400 dan 737-700 New Generation (NG).


Dalam perawatan dan pemeliharaan armada, Sriwijaya Air melakukan kerjasama dengan PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) dan Garuda Maintenance Facility (GMF) sebagai maintenance provider terpercaya di Indonesia yang bertaraf internasional. Kerjasama ini dimaksudkan aagar para pelanggan Sriwijaya Air akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan yang optimal. Selain itu, tenaga kerja yang dimiliki Sriwijaya Air merupakan sumber daya manusia (SDM) pilihan yang terampil, ramah dan terpercaya.


Sriwijaya Air adalah salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang menerbangkan lebih dari 500.000 penumpang setiap bulannya. Merambah lebih dari 35 destinasi termasuk dua negara di tingkat regional dan daerah-daerah tujuan wisata populer lainnya di seluruh Indonesia.


Sriwijaya Air berkonsentrasi pada bisnis penerbangan penumpang dan layanan pengiriman barang, dengan jangkauan nasional maupun regional.


Sejak berdiri pada 10 November 2003, Sriwijaya air berhasil mencapai target-target yang dikemas dalam misi dan visinya, seperti: mengedepankan layanan berkualitas, menjadi maskapai penerbangan yang mampu bersaing secara nasional maupun regional, siap berekspansi bisnis pada level dunia, mengadopsi tekonologi terkini dan manajemen perusahaan yang efektif dan efisien, mengundang turis domestik dan internasional ke berbagai destinasi, serta untung secara bisnis.


Maskapai Sriwijaya Air yang berbasis di Jakarta, berhasil bertahan dan keluar dari krisis global 2008 tanpa kerugian yang berarti. Bahkan terus melakukan ekspansi ke timur Indonesia dengan armada-armada baru.


Armada Sriwijaya :
Boeing 737-200
Boeing 737-300
Boeing 737-400


Misi
Moto kami adalah menjadikan semua pihak rekan kami saat terbang. Kami tahu saat ini siapapun bisa terbang, namun kami membawa terbang pelanggan-pelanggan kami dengan kebanggaan serta reputasi tinggi yang terimplementasi dalam layanan berkualitas dalam proses pra-penerbangan, di dalam pesawat maupun paska-penerbangan.


Route Penerbangan


Kartika | Kartika Arilines | Penerbangan Batam | Produk Kartika




Kartika
Kartika Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan lokal di Indonesia. Sejak akuisisi oleh PT. Intra Asia Corpora, Kartika Airlines merupakan menyebabkan standar baru terbang kepuasan melalui cepat, tepat waktu dan layanan handal.   Berfokus pada kenyamanan pelanggan, kepuasan pelanggan dan keselamatan-peraturan pertama. Kartika Airlines berkomitmen untuk memberikan yang paling aman dan paling nyaman mungkin layanan mewujudkan semangat perusahaan.   Kartika Airlines target menengah ke atas kelas akhir pelanggan. Maskapai ini mengoperasikan penerbangan domestik, regional dan internasional. Base di Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, dengan hub di Bandar Udara Internasional Polonia Medan.


Visi & Misi


Visi Untuk menjadi Maskapai penerbangan yang terkenal sebagai kualitas terbaik dunia dalam kehandalan, kenyamanan pelanggan dan peraturan keamanan standar internasional.  


Misi -Berorientasi pelanggan Keselamatan, kenyamanan dan kepuasan -Berorientasi semangat bisnis, dinamis, keterbukaan dan saling menguntungkan


Produk


Armada Boeing 737
Konfigurasi untuk penumpang dan kargo.
Rute domestik dan internasional




WISMA INTRA ASIA
Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 58
Jakarta 12870 , Indonesia
Phone :  021- 8370 0002

Mandala Air Line | Harga Tiket Mandala Air Line | Penerbangan Mandala Air Line




Mandala
Mandala Airlines adalah maskapai penerbangan Indonesia. Mandala adalah maskapai nasional berumur 40 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International di tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pada pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan di dunia ketiga, setelah China dan India. Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.




Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat airbus baru senilai 2,3 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua Pesawat Boeingnya dan menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.


Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 17 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320 dan A319 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau.


Prioritas utama Mandala adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Untuk mencapai itu, Mandala telah menjalani audit guna mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Selain itu, Mandala juga telah menjalani audit dari Airbus, Boeing dan sejumlah perusahaan di bidang perminyakan yang telah memberikan persetujuan untuk terbang bersama Mandala. Karena masalah utang, maskapai ini berhenti beroperasi (sementara) pada tanggal 12 Januari 2011 ini. Dilaporkan bahwa maskapai ini meminta penjadwalan ulang pembayaran utangnya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.


Mandala menerapkan one-single aircraft policy (kebijakan pengoperasian satu jenis pesawat), yaitu hanya dengan mengoperasikan armada Airbus. Pada 16 Januari 2009, Mandala meng-ground seluruh armada Boeing nya dan mulai menerapkan kebijakan pengoperasian satu jenis pesawat tersebut. Saat ini, Mandala mengoperasikan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas kursi 180 dan pesawat A319 dengan kapasitas 144 kursi. Selain pesawatnya yang canggih, Mandala memilih Airbus karena teknologinya yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.


Batavia Air | Infor Lowongan di Batavia | Penerbangan Indonesia | Harga Tiket Batavia | Indonesia Flight | Ticket Prices Batavia




Batavia Air
Batavia Air telah memulai bisnis di Indonesia lebih dari duapuluh tahun. Dimulai dari usaha travel agent dan tumbuh menjadi usaha charter angkutan udara. Batavia Air berdiri pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2002, Batavia Air memperoleh Sertifikasi sebagai Operator Penerbangan.

Dengan pengalaman di bidang usaha biro perjalanan dan industri angkutan udara, dan didukung dengan armada yang dapat dipercaya disertai sumber daya manusia yang handal, kami percaya dan optimis dapat bertahan didalam melaksanakan kompetisi angkutan udara.





Trust Us To Fly

Semboyan kami “ Trust Us to Fly “ telah menginspirasi seluruh karyawan untuk mencurahkan segala usahanya yang tulus dengan memberikan hasil kerja yang terbaik bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam rangka untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pelanggan kami.

Dengan komitment dan integritas yang tinggi, menjadikan kami sebagai penerbangan yang dapat diandalkan sehingga para pelanggan kami percaya untuk terbang bersama kami.



Visi

Menjadi sebuah perusahaan penerbangan Nasional yang berorientasi kepada aspek ekonomis, kenyamanan, keselamatan penerbangan dan selalu berusaha melaksanakan komitmen terhadap kepuasan pelanggan, sehingga menjadi pilihan pertama dan terutama bagi pemakai jasa transportasi udara.



Misi
  • Menjadikan perusahaan yang efektif, efisien dan menguntungkan, sehingga memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, pelanggan dan karyawan serta pemegang saham.

  • Bekerja sebaik mungkin untuk terciptanya keamanan dan keselamatan penerbangan.

  • Selalu berusaha mencari peluang untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.

  • Memberikan sumbangsih untuk perkembangan transportasi udara di Negara Republik Indonesia.

  • Menjadikan perusahaan yang sehat sehingga menjadi tempat yang yang nyaman untuk berkarier bagi karyawan



Airbus A330

Number in fleeth : 2 A/C

Seat Capacity : 302 seats

Crew : 8 Cabin / 2 Cockpit


Airbus A320

Number in fleeth : 7 A/C

Seat Capacity : 180 seats

Crew : 5 Cabin + 2 Cockpit


Airbus A319

Number in fleeth : 2 A/C

Seat Capacity : 144 seats

Crew : 4 Cabin + 2 Cockpit


Boeing 737-400

Number in fleeth : 10 A/C

Seat Capacity : 168 seats

Crew : 4 Cabin + 2 Cockpit


Boeing 737-300

Number in fleeth : 15 A/C

Seat Capacity : 144 seats

Crew : 4 Cabin + 2 Cockpit


Batavia Air pada tanggal 27 Maret 2011 melakukan penerbangan perdana dengan menggunakan pesawat Airbus A319 dengan rute Singapura – Medan – Singapura. Pesawat dengan nomor penerbangan Y6-866 ini bertolak dari Singapura pada pukul 16.20 LT dan mendarat di Bandar Udara Polonia, Medan pada pukul 16.25 WIB. Pesawat ini kembali terbang ke Singapura pada pukul 17.25 WIB. Batavia Air mengoperasikan rute penerbangan ini setiap hari.



"Dengan akan dibukanya penerbangan dari Medan ke Singapura ini, akan memberikan alternatif pilihan transportasi bagi masyarakat Medan yang akan berkunjung ke Singapura baik untuk urusan bisnis, wisata maupun sekolah di Singapura. Disamping itu kami juga ingin mempromosikan dan memperkenalkan kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata bagi warga Singapura sehingga potensi wisata di daerah ini dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat di Singapura", demikian Eddy Haryanto, Public Relations Manager Batavia Air.
Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Sebagai salah satu pusat bisnis di pulau Sumatera, kota ini memiliki penduduk beragam yang berasal dari berbagai kalangan. Berbatasan langsung dengan Selat Malaka, maka akses menuju kota-kota di Malaysia dan Singapura sangat dekat. Hal ini potensial menjadikan kota Medan untuk berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan regional/nasional. Disamping itu, Danau Toba yang menjadi ikon kota Medan merupakan daya tarik tersendiri bagi kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Batavia Air melihat hal tersebut sebagai suatu potensi besar yang dapat terus berkembang.


Pada saat ini Batavia Air merupakan salah satu maskapai dari Indonesia yang diijinkan terbang dan mendarat di wilayah Uni Eropa. Sesuai hasil sidang delegasi dari Batavia Air dengan perwakilan dari Air Safety Committee Uni Eropa di Brussel, Belgia, ditetapkan bahwa Batavia Air secara penuh telah memenuhi standar keselamatan penerbangan. Untuk regulasi dalam negeri Batavia Air masuk ke dalam kategori I (satu) dalam aspek keselamatan penerbangan. Kategori ini merupakan peringkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI untuk menilai tingkat keselamatan penerbangan suatu maskapai. Setiap 3(tiga) bulan sekali, pemeringkatan ini selalu dievaluasi untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap keamanan dan keselamatan dalam penerbangan.



Batavia Air saat ini mengoperasikan lebih dari 170 penerbangan setiap harinya dan melayani 40 kota tujuan di seluruh Indonesia, serta Guangzhou (Cina), Kuching (Malaysia), Singapore, Dili (Timor Leste), Riyadh dan Jeddah (Saudi Arabia). Batavia Air mempunyai 36 armada pesawat yang terdiri dari Boeing 737-300, Boeing 737-400, Airbus A-319, Airbus A-320 dan Airbus A330. Batavia Air merupakan low fare carrier dan menggunakan electronic ticket.


Kesempatan berkarir di Batavia Air
Batavia Air terus melakukan pengembangan dan salah satunya dengan mencari sumber daya manusia yang memiliki talenta dan bakat dari berbagai universitas dan institusi pendidikan dan industri. Untuk memenuhi tujuan kami tersebut, kami membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, memiliki motivasi yang tinggi untuk membangun bersama Batavia Air, untuk mencapai kesuksesan perusahaan dan kesuksesan anda secara professional.



Setelah bergabung dengan Batavia Air, anda akan memperoleh banyak kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anda dan mencoba tantangan baru untuk mengasah potensi anda.



Anda akan mendapat pelatihan di berbagai bidang ilmu dan keterampilan dan akan mendapat pengalaman praktek langsung berdasarkan kebutuhan perusahaan di berbagai bidang industri. Batavia Air akan memberikan kesempatan untuk membangun karir anda mencapai profesional dan puncak kesuksesan.



Kami mengundang anda untuk mendaftarkan diri anda di berbagai bidang pekerjaan yang tersedia di Batavia Air dan dengan keinginan yang serius untuk bergabung dengan Batavia Air.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi 021 - 3864308 eks. 411 atau melalui email hrd@batavia-air.co.id.
------------------------------------------------------------------------------------------



DIBUTUHKAN UNTUK PENERBANGAN HAJI



A. PURSER / ASSISTANT PURSER (PURS)
Persyaratan:
  • Wanita/ Pria

  • Usia mak. 58 th



B. EX FLIGHT ATTENDANT (EX PRI/PRA)
Persyaratan:
  • Wanita/ Pria

  • Usia mak. 50 th

C. CALON PRAMUGARA/ PRAMUGARI PENERBANGAN HAJI (FA)
Persyaratan:
  • Wanita/ Pria

  • Tinggi minimal Wanita 158 cm / Pria 165 cm

  • Usia 20 s/d 27 th

  • Belum menikah



Persyaratan umum:
  • Surat lamaran lengkap & CV

  • Pendidikan minimum SMU / sederajat

  • Foto seluruh badan ukuran 4R

  • Pas foto ukuran 4x6 1 lembar

  • Surat persetujuan orang tua / Suami dengan materai

  • Fotocopy Paspor

  • Fotocopy KTP/ SIM

  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian(SKCK)

  • Fotocopy License (A&B)

  • Surat keterangan kesehatan dari Dokter

  • Berat badan proposional

  • Lamaran ditutup pada tanggal 10 April 2011

  • Tulis kode lamaran di sudut kiri atas amplop

  • Interview dilaksanakan pada tanggal 13 - 14 April 2011, jam 08.00 – 17.00 WIB

  • Surat lamaran dikirim ke: PO BOX 3938 Jakarta 10039

------------------------------------------------------------------------------------------

Kami membutuhkan tenaga-tenaga professional sebagai :



1. Manager of Public Relations (Mgr PR)

2. FOO

3. Junior Inspector

4. Engineer

5. Mekanik

6. Engineering

7. Cabin Maintenance

8. General Manager Travel Haji dan Umrah

9. Pramugari / Pramugara Udara (Beasiswa Pendidikan Pramugari / Pramugara)



Persyaratan (No. 1-7):
  • Wanita (1), Pria (3-7), Wanita / Pria (2)

  • Maks. 40 th (1,4-5), Maks. 30 th (2,3,6), maks. 22 th (7)

  • S1 (1), Min. SMU (2,4-5), D3 (3), Diutamakan S1 Teknik Penerbangan / S1 Teknik (6), diutamakan SMK Penerbangan / SMU (7)

  • Pengalaman minimal 5 th sebagai Manager PR (1), Fresh Graduate/Experience (2), Pengalaman kerja di bidangnya minimal 2 th (3), Pengalaman kerja di bidangnya minimal 1 th (6-7)

  • Mempunyai License FOO type rating B 737 - 300/400/500 (2)

  • Memiliki Basic Certificate A1 & A4 (3)

  • Memiliki Type Rating B 737-300/400/500 & Airbus 319/320/330 (4)

  • Memiliki Amel License (4)

  • Memiliki License A1 & A4 / + Course merupakan nilai plus (5)

  • Mengerti & menguasai Autocad (6)

  • Bahasa Inggris aktif (6)

  • Jujur, tanggungjawab, memiliki sikap leadership dan siap bekerja di bawah tekanan (1)

  • Bersedia ditempatkan di seluruh Kantor Perwakilan Batavia di seluruh Indonesia (2,4-5)

  • Bersedia ditempatkan di Cengkareng (6)

  • Bersedia ditempatkan di Cengkareng dan Surabaya (7)



Persyaratan (No. 8) :
  • Pria, usia maksimum 45 th

  • Pengalaman minimal 3 th dibidangnya

  • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan

Persyaratan (No. 9) :
  • Pria / Wanita belum pernah menikah, usia 18-23 th

  • Min. SMU sederajat (terbuka juga untuk pelajar kelas 3 SMU)

  • TB min.158 cm untuk wanita & 165 cm, BB proposional

  • Berpenampilan menarik

  • Inggris lisan dan tulisan, Mandarin nilai (+)

  • Sehat jasmani dan rohani

  • Tidak memakai kacamata maupun lensa kontak

  • Tidak memakai kawat gigi

  • Surat persetujuan orangtua yang ditanda tangani di atas materai Rp 6.000,-

  • 1 Foto seluruh badan ukuran 4R, 2 pasphoto 4x6 latar belakang merah

Pramugari / Pramugara Walk-in Interview

Setiap hari kerja 09.00 WIB – 15.00 WIB

Jl. Ir. H. Juanda No.15, Jakarta Pusat

Pakaian Wanita : Baju lengan pendek, rok selutut, sepatu tertutup

Pakaian Pria : Kemeja lengan panjang, pakai dasi, sepatu tertutup



Kirim Lamaran, CV lengkap, photo terbaru, dan SKCK

(tulis kode / subject lamaran di kiri atas amplop) ke :


PT. Metro Batavia, Jl. Ir. H. Juanda Raya No.15, Central Jakarta 10120


Kantor Batavia Airline
JAKARTA

Jl. Ir. H. Juanda No. 15

Jakarta Pusat 10120

Telp. (021) 386 4308

Fax. (021) 386 4486

Reservasi:

Telp. (021) 38 999 888

Fax. (021) 386 4338

Lost & Found:

Telp. (021) 559 4169

Bandara Soekarno Hatta Terminal 1C

Telp. (021) 550 2655


Untuk Informasi Kantor Lainnya Klik di sini (Batavia)

Garuda Indonesia | Tiket Garuda Indonesia | Garuda Terbang




Garuda Indonesia
Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan. Sejak Juni 2007, maskapai ini, bersama dengan maskapai Indonesia lainnya, dilarang menerbangi rute Eropa karena alasan keselamatan, namun, larangan ini dicabut dua tahun kemudian, tahun 2009, Setahun sebelumnya, maskapai ini telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional. Garuda masuk dalam daftar maskapai bintang empat dari Skytrax, yang berarti memiliki kinerja dan pelayanan yang bagus. Tahun 2012, Garuda dijadwalkan akan bergabung dengan aliansi penerbangan SkyTeam.




Sejarah


Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat itu, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. Tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi maskapai penerbangan ini. Pada saat itu nama maskapai ini adalah Indonesian Airways. Pesawat pertama mereka bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda. Garuda adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya di tahun 1954 ke pemerintah Indonesia.


Pemerintah Burma banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan Pemerintah Burma sebuah pesawat DC-3. Pada mulanya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM. Ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan pionir lainnya di Asia.


Pada tahun 1953, maskapai ini memiliki 46 pesawat, tetapi pada tahun 1955, pesawat Catalina mereka harus pensiun. Tahun 1956 mereka membuat jalur penerbangan pertama ke Mekkah. Tahun 1960-an adalah saat kemajuan pesat maskapai ini. Tahun 1965 Garuda mendapat dua pesawat baru yaitu pesawat jet Convair 990 dan pesawat turboprop Lockheed L-118 Electra. Pada tahun 1961 dibuka jalur menuju Bandara Internasional Kai Tak di Hong Kong dan tahun 1965 tibalah era jet, dengan DC-8 mereka membuat jalur penerbangan ke Bandara Schiphol di Haarlemmermeer, Belanda, Eropa.


Tahun 1970-an Garuda mengambil Jet kecil DC-9 dan Fokker F28 saat itu Garuda memiliki 36 pesawat F28 dan merupakan operator pesawat terbesar di dunia untuk jenis pesawat tersebut. Pada saat itu, maskapai ini mulai membeli pesawat badan lebar seperti Boeing 747-200B dan McDonnell Douglas DC-10-30. Sementara pada 1980-an mengadopsi perangkat dari Airbus, seperti A300. Tahun 1990an, maskapai ini membeli Boeing 737, Boeing 747-400, Airbus A330-300, dan juga McDonnell Douglas MD-11.


Dalam tahun 1990-an, Garuda mengalami beberapa musibah, terutama pada tahun 1997, dimana sebuah A300 jatuh di Sibolangit, menewaskan seluruh penumpangnya. Maskapai ini pun mengalami periode ekonomi sulit, karena, pada tahun yang sama Indonesia terkena Krisis Finansial Asia, yang terjadi tahun 1997. Setelah itu, Garuda sama sekali tidak terbang ke Eropa maupun Amerika (meskipun beberapa rute seperti Frankfurt dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup. Rute Amsterdam ditutup tahun 2004). Tetapi, dalam tahun 2000-an ini maskapai ini telah dapat mengatasi masalah-masalah di atas dan dalam keadaan ekonomi yang bagus.


Memasuki tahun 2000an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink, yang menyediakan penerbangan biaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain menghadapi masalah keuangan (Pada awal hingga pertengahan 2000an, maskapai ini selalu mengalami kerugian), Beberapa peristiwa internasional (juga di Indonesia) juga memperburuk kinerja Garuda, seperti Serangan 11 September 2001, Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, dan Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah jatuhnya sebuah Boeing 737 di Yogyakarta ketika akan mendarat. Situasi ini diperburuk dengan sanksi Uni Eropa yang melarang semua pesawat maskapai Indonesia menerbangi rute Eropa. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini.yaitu rute Jakarta - Amsterdam. Rute Eropa lain seperti Paris, London, dan Frankfurt juga kemungkinan akan segera dibuka kembali.


Asal nama Garuda Indonesia


Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu")


Maka pada tanggal 28 Desember 1949, terjadi penerbangan yang bersejarah yaitu pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran - Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.


Lompatan


Mengikuti pencabutan larangan terbang Uni Eropa Terhadap Garuda Indonesia dan 3 maskapai penerbangan Indonesia lainnya, Garuda Indonesia pada Juli 2009 mengumumkan meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang agresif yang bernama Quantum Leap. rencana ini juga termasuk meng-overhaul tampilan maskapai seperti mengubah livery maskapai, seragam staf dan logo. dalam waktu 5 tahun, Garuda Indonesia akan menggandakan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat. Quantum Leap juga berencana untuk menaikkan jumlah penumpang per tahun menjadi 27.6 juta dalam periode yang sama, bertambah sebanyak 10.1 juta dari sewaktu program pertama kali dijalankan melalui pertambahan tujuan domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Rute ekspansi mencakup Amsterdam, dengan transit di Dubai, pada tahun 2010. Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER direncanakan akan dimulai pada tahun 2011. Rute lain ke Hub-hub dunia seperti London, Frankfurt, Paris, Roma, Madrid, dan Los Angeles dipertimbangkan untuk dibuka kembali. Sebuah Inisiatif akan lambang baru, dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates, berputar pada sebuah ide baru seputar "sayap alam". Logo lama Garuda telah diganti, menghilangkan simbol burung ikonik yang dirancang oleh Landor juga 27 tahun sebelumnya. tampilan baru ini diharapkan untuk dapat "menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme".


Pada 10 Juni 2009, Garuda Indonesia mengungkapkan sebuah skema warna baru pada sebuah Airbus A330-243 baru setelah memakai desain yang sama selama 22 tahun. Ekor yang di-overhaul terdiri dari nuansa warna biru yang berbeda beda dengan tulisan Garuda Indonesia di tengah dari masing masing sisi lambung pesawat. Garuda Indonesia mempertahankan simbol garuda yang didesain Landor di lambung pesawat dan terus menggunakannya sebagai identitas perusahaan. pada 28 Mei 2010, Garuda Indonesia Secara resmi meluncurkan seragam baru bagi pramugari/pramugaranya. seragam pramugari terinspirasi dari kebaya tradisional dengan batik motif lereng dilengkapi dengan kebaya berwarna biru gaya Kartini di bagian atas. kostum tambahan bagi pramugari termasuk sebuah batik motif lereng berwarna jingga dengan kebaya berwarna jingga. laki laki memakai jas abu abu, kemeja biru dan dasi bermerek. seragam ini didesain oleh Josephine Komara.


Konsep pelayanan baru Garuda Indonesia disebut "Garuda Indonesia Experience", termasuk berbagai aspek dari kebudayaan, masakan, dan keramahan Indonesia. Mini Nasi Tumpeng Nusantara, dan jus martebe(markisa dan terong belanda), telah menjadi tanda masakan Garuda Indonesia yang baru. Tahun 2011 ini, tepatnya bulan Februari, maskapai ini berencana memperkenalkan tempe dalam menu masakannya, diawali dengan penerbangan ke Tokyo, Jepang, (ini disebabkan tempe yang disajikan dibuat oleh seorang perajin Indonesia di Jepang, apalagi, orang Jepang mudah menerima rasa tempe, apalagi setelah penelitian yang membuktikan manfaatnya bagi kesehatan).


Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda memulai IPO sebagai langakh awal menuju bursa saham. Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp.750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9.362 lembar ke 6.3 lembar saham. Garuda Indonesia memutuskan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia dengan kode Templat:Idx.


Penerbangan
  • GA 001 = Penerbangan kepresidenan (Penerbangan kepresidenan jarak jauh dilaksanakan dengan pesawat Airbus A330-300, sementara untuk jarak dekat digunakan Boeing 737-800. Pada era Soeharto, penerbangan kepresidenan dilaksanakan dengan pesawat McDonnell Douglas DC-10)

  • GA 010-079 = Citilink

  • GA 086-089 = Eropa

  • GA 100-199 = Indonesia (Sumatera)

  • GA 200-299 = Indonesia (Jawa Tengah dan Malang)

  • GA 300-399 = Indonesia (Surabaya)

  • GA 400-499 = Indonesia (Nusa Tenggara)

  • GA 500-599 = Indonesia (Kalimantan)

  • GA 600-699 = Indonesia (Sulawesi,Maluku,Papua)

  • GA 700-799 = Australia

  • GA 800-899 = Asia (Kecuali Indonesia dan Timur Tengah)

  • GA 900-999 = Timur Tengah

Lion Air | Harga Tiket Lion Air | Lion Air Jakarta | Singa Terbang | Boeing 737-900ER | Boeing 737-300, 400 | Boeing MD-90




Lion Air
Lion Air mulai mengangkasa dari Indonesia pada tahun 2000 dengan satu buah pesawat dalam armadanya. Selama delapan tahun beroperasi, Lion Air kini terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan lainnya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam dengan armada Boeing 737-900ER yang baru.


Sebagai perusahaan transportasi swasta yang terbesar di Indonesia, kami bukan hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada penumpang kami, namun juga perjalanan udara yang aman, menyenangkan, dapat diandalkan dan nyaman.



Misi
Pelayanan yang konsisten, keselamatan dan keamanan merupakan pondasi dasar dari segala hal di Lion Air.


Komitmen dan dedikasi kami dalam mengaplikasikan pondasi-pondasi tersebut tercermin dalam kesuksesan maskapai kami.


Sejak berdiri di tahun 2000, kami telah mengambil banyak langkah penting dalam mengusahakan harga tiket yang terjangkau bagi lebih banyak penumpang di Asia. Lihatlah batu loncatan kami dan temukan kesuksesan maskapai penerbangan domestik Indonesia yang terbesar ini.
  • Lion Air diresmikan sebagai ketua Konferensi Internasional Asia Pacific Regional Aviation (ARA) yang diadakan di Singapura pada tanggal 19 November 2003. 

  • Lion Air memperoleh "Best Brand Award 2004" dari SWA, sebuah majalah marketing yang terbit di Indonesia. Hasil ini diperoleh oleh Marketing Research Specialist (MARS) berdasarkan survey yang dilakukan pada 6.000 orang di 5 kota besar di Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33.6% dalam kemampuan atau potensial dari sebuah produk untuk menambah jumlah penumpang di masa depan.

  • Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi Miss Universe dan Puteri Indonesia 2004.

  • Lion Air menyewakan pesawatnya dan mengirimkan kru dan teknisinya ke Myanmar dalam rangka membantu mendirikan Myanmar Airlines.

  • Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi untuk Miss Asean 2005.

  • Lion Air merupakan pembeli perdana dan merupakan operator terbesar Boeing 737-900ER, anggota terbaru jenis Boeing's Next Generation 737.

Kabin kelas bisnis Lion Air menawarkan anda dengan ruangan lebih besar, pelayanan personal dan privasi lebih besar untuk memastikan kenyamanan anda.


Selain tempat duduk kelas bisnis yang sederhana, Lion Air memberikan anda kenyamanan yang tiada banding ketika anda duduk di tempat duduk yang terbuat dari kulit yang didesain secara eksklusif, dengan ruang lebih besar untuk kaki hingga 38 inchi. Santapan selama perjalanan meliputi makanan kelas dunia dan makanan khas yang mencerminkan budaya Indonesia yang unik.


Sebagai tambahan ekslusifitas, penumpang kelas bisnis dapat menikmati layanan cek-in khusus dan akses lounge privat; anda kini dapat menikmati yang terbaik dari dua dunia – privasi dan kesenangan dalam kenyamanan yang tiada tanding.


Terbang bersama Kelas Bisnis Lion Air sekarang juga dan nikmatilah pelayanan personal, kenyamanan tiada tanding dan kenyamanan dengan pelayanan kelas dunia.


Saat ini Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737-900ER, Boeing 737-300, 400 dan Boeing MD-90. Untuk menampung tingginya permintaan transportasi udara, Lion Air telah memilih armada Boeing yang sangat efisien dan dilengkapi oleh pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di dunia.


Dengan tambahan Boeing 737-900ER terbarunya, Lion Air akan mampu menawarkan lebih banyak penerbangan non-stop dengan tarif terjangkau ke berbagai tujuan.


Anggota terbaru dari Next Generation B737 ini adalah pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di dunia. Ia dapat menampung hingga 213 penumpang dalam konfigurasi single-class dan memiliki berat 9.550 ton (4.340 kg). Pesawat yang irit bahan bakar ini mengurangi emisi karbon hingga 4%, sehingga berarti anda meninggalkan jejak karbon yang lebih sedikit setiap kali anda terbang bersama B737-900ER. Pesawat yang hebat ini dapat terbang sekitar 500 nautical mile lebih jauh, yaitu sekitar 3.200 nm (5.925km) dengan tanki AUX.


Lion Air menerima 737-900ER pertamanya pada bulan April 2007 ketika pesawat ini diantarkan dalam skema spesial cat rangkap dua yang mengkombinasikan singa Lion Air pada sirip vertikalnya dan warna khas Boeing pada badan pesawat. Saat ini Lion Air telah menerima sebanyak sebelas buah 737-900ER. Lion Air beroperasi dengan all-Boeing dalam armadanya dan merupakan Hybrid-carrier yang pertama di Asia.


Saat ini Lion Air memiliki lima belas buah pesawat B737-900ER, yang akan diantarkan paling lambat Desember 2008, dan tujuh diantaranya adalah konfigurasi kelas ekonomi dengan total tempat duduk sebanyak 213 buah. Delapan lainnya dalam konfigurasi dual-class, meliputi 10 tempat duduk kelas bisnis dan 195 tempat duduk kelas ekonomi.


Pesawat 737-900ER memiliki keuntungan ekonomis yang substansial dibandingkan model-model saingannya, termasuk biaya operasional per perjalanan yang 6 persen lebih rendah dan biaya operasional per tempat duduk yang 4 persen lebih rendah dibandingkan saingannya -- yang 9.550 ton (4.340 kg) lebih berat. Pesawat 737-900ER bergabung bersama 737-600, -700,-700ER dan -800 akan memiliki industri terdepan yang dapat diandalkan dari model seri Next-Generation lainnya.


Lion Air memiliki sebanyak 15 armada pesawat. Dari 15 armada, 7 di antaranya adalah kelas ekonomi yang dapat menampung 220 penumpang dan 8 pesawat lainnya dilengkapi dengan 10 tempat duduk kelas bisnis dan 195 tempat duduk kelas ekonomi. Dalam tahun depan, Boeing akan mengantar tambahan 12 buah pesawat untuk Lion Air.


Boeing 737-900ER


Boeing 737-900ER adalah anggota terbaru dari jenis pesawat Next-Generation 737, jenis pesawat jet paling laris di dunia. Pesawat berkapasitas hingga 220 penumpang dalam konfigurasi single-class ini dianggap memiliki kapasitas yang lebih besar dan jangkauan lebih jauh.


Next Generation 737 lebih muda 10 tahun dan terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih jauh dan lebih tidak bising dibandingkan model saingannya.


Boeing 737-900ER menambah sepasang pintu keluar dan flat rear-pressure bulkhead yang memungkinkan kapasitas hingga 220 penumpang dalam layout single-class. Perubahan-perubahan dalam desain aerodinamis dan struktural, termasuk sayap yang diperkuat, tailskid dua posisi, perbaikan pada tepi depan dan belakang sistem flap, Blended Winglet dapat dipilih dan tangki bahan bakar tambahan memungkinkan 737-900ER untuk mengakomodasi berat tinggal landas yang lebih tinggi dan menaikkan jangkauannya hingga 3.200 nautical miles (5.900km).


Boeing 737-400
Boeing 737-400 adalah versi kapasitas lebih besar dari model 737-300 yang populer. Ia dapat menampung 158 penumpang dalam satu kali perjalanan dan Lion Air memiliki 10 buah 737-400 dalam armadanya yang memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 150 tempat duduk kelas ekonomi.


Boeing 737-300
Boeing 737-300 adalah pesawat jet dengan jangkauan pendek hingga medium, berkoridor tunggal dan narrow body. Pesawat ini dapat menampung 149 penumpang dan terdapat 2 buah pesawat 737-300 dalam armada Lion Air. Dua pesawat ini semuanya berbasis kelas ekonomi.


McDonnell Douglas MD-90
Mc Donnell Douglas MD-90 adalah pesawat canggih dengan ukuran sedang, dengan jangkauan medium dan merupakan salah satu pesawat jet komersial yang paling tidak berisik. Ia dapat membawa hingga 161 penumpang dan pengaturan interiornya menawarkan tempat duduk yang lebih lebar untuk kenyamanan yang lebih. Lion Air memiliki 16 buah MD-90. Semua pesawat ini memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 153 tempat duduk kelas ekonomi.


Di Lion Air, kami akan selalu memberikan sesuatu yang spesial karena kami berkeyakinan untuk menghargai uang yang telah anda keluarkan dan memberikan pelayanan berkualitas.


TATA RUANG
Kabin Boeing 737-900ER kami yang baru didesain untuk memberikan anda ruang yang lebih besar. Ini adalah ruangan dimana anda bisa bersantai, meregangkan badan dan beristirahat. Terbang dengan kelas bisnis kami yang dilengkapi dengan seat pitch 38 inchi.


Nyaman dengan tempat duduk dari bahan kulit
Lebih mewah dari sebelumnya, Boeing 737-900ER milik Lion Air menawarkan ruang untuk kaki yang luas dan tambahan kemiringan sebesar dua derajat di tempat duduk kulit yang nyaman, sehingga anda dapat meregangkan badan dan bersantai sementara kami membawa anda ke tujuan.




SANTAPAN
Segera setelah anda merasa nyaman di kursi anda, anda dapat duduk santai dan menikmati kenyamanan yang dipersembahkan untuk anda oleh Lion Air.


Untuk penerbangan dari Singapura ke Ho Chi Minh City dan Singapura ke Bali, kami menyediakan minuman dan makanan gratis. Untuk penerbangan lainnya, minuman dan makanan tersedia untuk dibeli.


Para penumpang kelas bisnis akan disediakan minuman sebelum penerbangan, sementara makanan dan minuman hangat akan disediakan di semua penerbangan untuk kenyamanan bersantap anda


Fasilitas


Seiring berkembangnya kapasitas armada Lion Air, keselamatan dalam segala aspek pengoperasian dan perawatan pesawat terbang tetap menjadi prioritas utama. Untuk mendukung armada yang bertambah besar, Lion Air telah menyediakan fasilitas seluas 4 hektar yang didedikasikan untuk keselamatan dalam pengoperasian dan perawatan, dan untuk mendukung fasilitas hanggar yang ada sekarang di Bandung.


Dikenal sebagai Lion Village, fasilitas ini terletak di dekat bandara dan menyediakan fasilitas latihan seperti simulator Boeing 737-900ER. Di dalam kompleks tersebut terdapat fasilitas toko dimana dapat ditemukan roda, rem, interior kabin dan perlengkapan avionik. Sebagai toko one-stop, di dalam gudangnya juga dapat ditemukan suku cadang, ban dan mesin. Juga disediakan akomodasi asrama bagi para pramugari dan staf bandara.


Program-program keselamatan seperti ALAR, CRM, SMS, FOQA dan FLOE telah sepenuhnya dilaksanakan dan peralatan ACARS akan dipasang di armada Boeing 737-900ER kami. Ditambah lagi dengan diimplementasikannya sistem komputerisasi TRAX (perawatan) dan GENEVA (pengoperasian) telah menambah kesadaran para karyawan akan keselamatan.


Bersama dengan perluasan armada, Lion Air juga mengambil langkah untuk melatih pilot-pilot terbaik dan meningkatkan keahlian mereka untuk menangani pesawat terbang terbaru dan lebih mutakhir. Karena itu, kami mendirikan Lion Air Flying School yang akan menghasilkan pilot Abinnitio. Kami juga mempertimbangkan kandidat-kandidat pilot yang dapat memenuhi persyaratan Lion Air


Karir


Sebagai salah satu perusahaan transportasi swasta yang terdepan di Indonesia, kami selalu mencari seseorang dengan motivasi dan talenta tinggi yang siap untuk beraksi. Semua orang dalam tim kami saling berbagi cita-cita, energi, motivasi dan komitmen dalam melampaui ekspektasi pelanggan kami. Jika anda bergabung dengan kami, anda akan terfokus secara total dalam memberikan pelayanan yang dijanjikan Lion Air - Pelanggan dan pengalaman mereka terbang bersama kami selalu akan menjadi yang utama.


Ramah dan juga profesional, bisnis kami adalah tempat yang cocok untuk berkarir. Dan anda akan membantu untuk menjaganya senantiasa seperti itu. Asalkan anda siap untuk bersenang-senang ketika menjalankannya, kami menanti lamaran anda.


Klik di bawah ini untuk mencari lowongan yang tersedia: